Kamis, 08 Oktober 2020

 BAGIAN DARI MASA LALU

Aku sekarang adalah aku di masa lalu.

Aku sekarang adalah bagian dari proses masa lalu

Proses dalam menemukan jati diri

Proses dalam menemukan prinsip hidup dalam diri

Dan proses memperbaiki diri.

          Membenci masa lalu?

Tidak! Tidak alasan untuk membenci masa lalu, karena aku sekarang terbentuk dari proses masa lalu. Sekalipun itu sulit, sekalipun itu pahit atau bahkan menyakitkan. Aku menghargai setiap waktu yang telah terlewati. Menghargai setiap proses yang membuat emosi selalu naik turun. Pernah dalam proses itu, aku selalu menyalahkan diri sendiri. Membuat prasangka tentang diri sendiri yang tidak memiliki kelebihan seperti orang lain dan hanya bisa membandingkan segala kelebihan orang lain dengan kekurangan diri sendiri. Sungguh bodoh saat itu! Tak pernah menyadari untuk lebih menghargai segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Perjalanan panjang, mengubah segala pemikiran, mengubah segala penilaian dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Aku yang dulu mudah putus asa, aku yang dulu selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, aku yang dulu terlalu fokus dengan pendapat buruk orang lain. Sekarang, aku lebih memberikan waktu pada diri sendiri untuk berpikir positif, memberikan dukungan untuk diri sendiri, kembali memikirkan hal-hal yang menurutku penting dan tidak penting, dan mengabaikan segala pembicaraan orang lain yang merugikan.

Aku selalu berbicara pada diriku, “Tak apa jika sedih itu datang” karena setelah melewati proses itu akan ada kebahagiaan menanti namun entah kapan itu. Aku hanya perlu memberikan pemikiran positif pada diri sendiri agar aku tidak merasa cemas, akan kesedihan yang menyelimuti. Namun katakanlah, bahwa “Jika saat ini aku sedang bahagia” karena aku telah melewati banyak proses dan aku menjadi pribadi yang lebih kuat lagi untuk menghadapi permasalahan di masa yang akan datang.

 

 

 

 

Minggu, 12 Juli 2020

3 Tahun Tak Mudah Bagiku, Namun Mudah Bagi-Nya.

Perjalanan panjang membawamu pada satu titik kelemahan dalam hidup, kecemasan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup. Terlalu penuh dengan pemikiran diluar kemampuan sendiri, hanya terus membandingkan dan terus menyalahkan kekurangan sendiri. Aku sempat berpikir pendek menyalahkan diri sendiri atas apa yang sedang aku jalani saat itu, tanpa aku melihat sisi positif dari apa yang aku jalani. Aku terlalu sibuk membandingkan segala kekurangan yang aku miliki dengan kelebihan yang orang lain miliki hingga membuatku takut dan cemas kalau aku tak bisa seperti mereka. Saat itu, tak bisa sesederhana berpikir seperti sekarang. Sederhananya, kenapa aku tidak mencintai diri sendiri dari setiap kelebihan dan kekurangan yang aku miliki?

Perbandingan diri dan kecemasan yang didapat, membuatku merasa sangat takut ketika berada sendiri dalam sebuah ruangan. Kesepian? Iya, itu yang kurasakan.. Kehilangan segala? Bisa jadi, bisa juga tidak.. Kenapa? karena pada saat itu, ku pikir aku telah kehilangan segalanya. Seseorang, Pekerjaan, Diri sendiri, bahkan teman. Itulah pemikiranku saat itu, aku kehilangan segalanya. Namun nyatanya, Aku tak pernah sendiri, Alloh menyelamatkan aku dari segalanya. Dia menyelamatkan aku dalam sendiriku. "Hidup ini tentang bagaimana kamu menghargai dirimu sendiri.Orang lain tidak akan bisa menghargaimu jika kamu tidak menghargai dirimu sendiri."

Tahun 2017... 
Perjalanan panjang nan penuh dengan drama kehidupan. Menyelesaikan tugas akhir adalah kewajiban bagi Mahasiswa Tingkat Akhir. Merasa masih bingung setelah lulus mau kerja apa? Setelah Lulus mau langsung S2, Kerja atau Nikah? Masih menjadi tanda tanya besar, dan pada akhirnya, entah itu sebuah takdir atau sebuah pilihan dalam hidup. Kerja adalah jalan yang aku pilih. Pekerjaan pertama yang aku ambil sebagai relawan di sebuah sekolah berkebutuhan khusus. Tersimpan cerita dan perjuangan. Cerita bersama mereka anak-anak yang istimewa dengan kelebihannya masing-masing. Perjuangan untuk tetap bangkit dari drama kehidupan. Sampai pada titik ini, Perbandingan diri dan kecemasan masih berkecamuk dalam pikiran. Hingga resign dari pekerjaan merupakan sebuah pilihan dan memutuskan untuk pulang ke rumah adalah jalan terbaik, dekat dengan orangtua. Kembali bersama mereka yang telah jauh dan lama aku tinggalkan selama pendidikan. 

Tahun 2018....
Perjalanan masih berlanjut, memiliki cerita baru di tempat baru dan orang-orang baru. Semua itu lantas tak terlalu membuatku bahagia. Aku hanya bisa mengobati diri, menghilangkan rasa kesepian dari sendiri. Namun pengalaman baru datang silih berganti, belajar kembali untu mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Memulai semuanya dari nol! Pekerjaan, kegiatan, someone?Maybe No! Why? Semua itu pilihan.. Takdir? Alloh sudah mengatur segalanya. Pekerjaan memulai dari awal, meskipun dengan gaji yang hanya bisa digunakan untuk beli keperluan sendiri, tetapi sekiranya masih ada penghasilan sendiri. Aku memulai mengikhtiarkan segalanya, menyelipkan do'a di setiap Solat Wajib dan Sunnah agar Alloh segera memberikan pekerjaan yang lebih baik, kegiatan yang positif. Diakhir tahun, nyatanya do'a itu belum terkabul. Namun pada saat itu, berpikir positif, mengikhlaskan segalanya yang terbaik menurut-Nya adalah pilihan satu-satunya dan membuatku merasa tenang akan segala keputusan yang aku ambil. 

Tahun 2019.... 
Cerita masih tetap sama, do'a tentang pekerjaan dan perkara jodoh. Alloh masih tetap mendengar segalanya. Aku pun tak menyerah begitu saja. Perbandingan diri dan kecemasan perlahan sudah mulai terkendali, dan akhirnya membuatku merasa tidak takut sendiri dalam sebuah ruangan. Aku tak ingat persisnya apa saja yang telah dilewati di tahun ini. Namun yang jelas, aku perlahan menemukan jati diriku yang sebenarnya. Paham akan diri sendiri tentang kelebihan dan kekurangan yang aku miliki. Di akhir tahun ini, Alloh menjawab segala do'aku. salah satunya Pekerjaan. Alloh memberikanku kesempatan untuk mendaftarkan diri atau istilahnya melamar pekerjaan pada sebuah instansi. Hasil akhirnya, aku diterima sebagai pegawai. 

Tahun 2020... 
Awal tahun yang dengan pekerjaan baik namun penuh tanggung jawab.  Berterimakasih Pada-Nya atas segelanya nikmat yang telah diberikan-Nya. Bersyukur karena tahun ini, aku bisa memiliki tabungan pribadi. Salah satu yang selama ini dipanjatkan, Alloh mengabulkannya dalam jangka waktu 3 tahun. Rencana-Nya akan lebih indah pada waktunya. Pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, lebih menerima dan mengikhlaskan tentang apa yang telah menjadi ketetapannya. 

Jadi, perkara takdir, pilihan dan waktu, semuanya itu telah di atur oleh-Nya. Dari 3 tahun terakhir dengan perjuangan panjang yang aku lalui bukanlah mudah ataupun sulit, karena setiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang hal itu. Dalam 3 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi aku seolah dalam waktu 3 tahun itu tidak mudah, tapi sangatlah mudah bagi-Nya untuk membulakbalikan semuanya. Perjuangan hidup seseorang tentu berbeda-beda dengan cerita sedih ataupun bahagia, dua hal itu akan saling berkaitan. Tetaplah menjadi pribadi yang kuat!








Minggu, 03 Mei 2020

Berterimakasih pada Masa Lalu

Masa lalu, 
Penuh dengan segudang cerita suka dan duka. Tak bisa kau ceritakan satu persatu tentang rasa yang pernah kau alami saat itu. Terkadang, suka itu bisa bercampur dengan duka. Bisa saja kau hanya merasakan duka bahkan mungkin bisa saja sebaliknya. Ketika masa itu terlewati, kamu hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal pada waktu yg telah memberikanmu banyak pelajaran.. 

Masa lalu, 
Penuh dengan segudang pelajaran hidup yang mengubah segala hal dalam hidupmu. Tanpa kamu sadari, apa yang telah terjadi di masa lalumu telah mengajarkan tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.  Saat itu, kamu boleh saja mengeluh atau bahkan marah. Hal wajar, ketika saat itu, kamu terasa terpenjara oleh keadaan yang tidak menguntungkanmu atau bisa di bilang itu sangat merugikanmu..  Tapi, percayalah! Sekarang, kamu telah mengubah segala hal yang berhubungan dengan hidupmu.. Caramu untuk bertahap dalam tekanan, Caramu untuk menghadapi berbagi masalah, 
Caramu untuk berpikir dewasa ketika amarahmu mulai mengikatmu.. 

Berterimakasihlah pada masa lalumu.. 
Terlalu banyak hal yang dia ajarkan kepadamu.. 
Bahkan sekarang, kamu hanya bisa tersenyum atas apa yang terjadi padamu di masa itu. 

Tidak mudah! Karena, bukan membutuhkan waktu yang sebentar, tpi tetaplah berterimakasih dengan masa lalumu.. 

Selasa, 07 April 2020

Cerita Episode Kehidupan Part IV "Fake Love"


Kebahagaian yang berujung menjadi pahit, 

Membohongi diri sendiri untuk terlihat sempurna di depan orang lain

Membodohi diri sendiri untuk mengabaikan segala hal,

Mengalihkan perhatian diri sendiri hanya untuk satu orang di depanmu.


Sebuah Kepalsuan!

Tanpa disadari, kamu mengubah hidupmu untuk orang lain.

Berpura-pura bahwa dirimu baik-baik saja,

Berpura-pura bahwa dirimu bisa diandalkan,

Berpura-pura bahwa dirimu bahagia dengannya.


Segalanya untuknya!

Kamu seperti boneka, ah bukan! Seperti kucing kah?

Entahlah...

Saat itu, kamu membodohi dirimu sendiri, menjadikan dirimu seperti boneka.

Menuruti segala hal, dan mengalah ketika itu demi kebaikannya.


Memang bodoh! This is “Fake Love”!


Bukankah mencintai diri sendiri itu lebih penting? 
Dari pada tertipu dan menipu diri sendiri oleh rasa yang belum jelas. 


Menyadari segalanya setelah kebahagian itu berujung pahit. 
Namun tidak ada yang perlu disalahkan.
Setiap manusia itu berproses, belajar dari kesalahan dan tak mengulangi kesalahan yang sama.
Menemukan masalah bukan untuk dihindari tetapi mencari solusi itu lebih baik.

Minggu, 16 Februari 2020

Cerita dari Episode Kehidupan Part III “Titik Balik Kehidupan”

Tahun demi tahun telah berlalu begitu cepat.Telah kulalui pahit manis kehidupan setelah memulai semuanya dari awal, sampai tak sempat ku melihat kembali ke masa lalu tentang perjuangan yang selama itu aku jalani. Kini, semuanya telah kembali menjadi sebuah warna baru. Aktifitas, kegiatan dan kesibukannya itu berbeda dari sebelumnya. Semua terlupakan dengan segalanya kegiatan.

Hai, Diriku!
Kini kamu telah dewasa, menjadi perempuan yang selalu kuat untuk menghadapi pertanyaan netizen yang berbudiman. Tak pernah merasa risau atau lelah dengan segalanya.

Hai, Diriku!
Kamu tahu? Dulu kamu pernah menangis begitu pedih, pernah kecewa begitu dalam. Namun kini, kamu telah tersenyum lebar dan menempatkan rasa berharap hanya pada Alloh untuk tak merasakan tentang kekecewaan kembali.

Hai, Diriku!
Kamu tahu? Dulu kamu pernah begitu tidak percaya diri dengan kemampuan yang kamu punya. Namun kini, kamu telah mencoba melawan rasa takutmu untuk membuktikan kemampuan yang kamu miliki.

Hai, Diriku!
Kamu tahu? Dulu kamu pernah ada pada titik terendah dalam kehidupanmu. Namun kini, kamu telah menata kembali kehidupanmu yang baru dengan penuh warna dengan cerita baru dan orang-orang baru.

Hai, Diriku!
Kamu tahu? Aku percaya padamu! Aku percaya, kalau kamu bisa menghadapi setiap masalah yang sedang atau akan kamu hadapi tanpa harus kamu menghindarinya. Kamu sudah berlajar untuk menangani semuanya. Sekarang kamu bukanlah yang dulu. Bukan untuk menghindar dari setiap masalah, menangis ketika kesepian dan gugup ketika tidak bisa. Tapi kamu hadapi!