Berada pada titik terendah dalam
kehidupan menjadi bagian cerita dalam episode kehidupan. Saat itu, kamu
berada dalam keadaan dimana harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang berujung
pada kekecewaan. Melewati segala proses
yang ada dengan menikmatinya adalah cara terbaik untuk kita bangkit dari titik
itu, karena pada dasarnya “hidup itu tak mesti diartikan dengan kalimat yang
panjang, tak mesti diartikan dengan kalimat singkat, namun semua orang bisa
mengartikan hidup mereka dengan cara mereka masing-masing. Terlebih ketika kita
berada pada titik itu, kita akan tahu bagaimana caranya untuk mencintai diri
sendiri dan berhenti untuk membandingkan kita dengan orang lain. Mengenyampingkan
hal-hal yang merugikan pikiran kita dan membuat mindset about “ how to learning love myself.”
Setiap orang berhak untuk mendapatkan
apa yang mereka inginkan, namun haruslah sesuai dengan porsinya, entah itu akan
pahit atau manis nantinya. Kita harus berpikir bahwasanya kenyataan itu tidak
selalu pahit meskipun pahit itu adalah yang terbaik yang Tuhan berikan untuk
kita. Hal itu kembali pada diri kita, mencari sudut pandang yang berbeda untuk
memahami bahwa “Kenyataan itu tidak
selamaya pahit”.
Ketika kenyataan itu tidak selamanya
pahit, maka kamu hanya perlu tahu bahwa perjalananmu masih panjang. Jangan membuat
semuanya seolah sempit dan stuck dalam satu masalah, Jangan merasa semuanya
sulit untuk dihadapi dan tak bisa diselesaikan. Karena kita tak pernah tahu apa
yang akan terjadi dimasa depan. Jadi, berusahalah
yang terbaik untuk hari ini dan nanti!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar