Perjalanan panjang membawamu pada satu titik kelemahan dalam hidup, kecemasan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup. Terlalu penuh dengan pemikiran diluar kemampuan sendiri, hanya terus membandingkan dan terus menyalahkan kekurangan sendiri. Aku sempat berpikir pendek menyalahkan diri sendiri atas apa yang sedang aku jalani saat itu, tanpa aku melihat sisi positif dari apa yang aku jalani. Aku terlalu sibuk membandingkan segala kekurangan yang aku miliki dengan kelebihan yang orang lain miliki hingga membuatku takut dan cemas kalau aku tak bisa seperti mereka. Saat itu, tak bisa sesederhana berpikir seperti sekarang. Sederhananya, kenapa aku tidak mencintai diri sendiri dari setiap kelebihan dan kekurangan yang aku miliki?
Perbandingan diri dan kecemasan yang didapat, membuatku merasa sangat takut ketika berada sendiri dalam sebuah ruangan. Kesepian? Iya, itu yang kurasakan.. Kehilangan segala? Bisa jadi, bisa juga tidak.. Kenapa? karena pada saat itu, ku pikir aku telah kehilangan segalanya. Seseorang, Pekerjaan, Diri sendiri, bahkan teman. Itulah pemikiranku saat itu, aku kehilangan segalanya. Namun nyatanya, Aku tak pernah sendiri, Alloh menyelamatkan aku dari segalanya. Dia menyelamatkan aku dalam sendiriku. "Hidup ini tentang bagaimana kamu menghargai dirimu sendiri.Orang lain tidak akan bisa menghargaimu jika kamu tidak menghargai dirimu sendiri."
Tahun 2017...
Perjalanan panjang nan penuh dengan drama kehidupan. Menyelesaikan tugas akhir adalah kewajiban bagi Mahasiswa Tingkat Akhir. Merasa masih bingung setelah lulus mau kerja apa? Setelah Lulus mau langsung S2, Kerja atau Nikah? Masih menjadi tanda tanya besar, dan pada akhirnya, entah itu sebuah takdir atau sebuah pilihan dalam hidup. Kerja adalah jalan yang aku pilih. Pekerjaan pertama yang aku ambil sebagai relawan di sebuah sekolah berkebutuhan khusus. Tersimpan cerita dan perjuangan. Cerita bersama mereka anak-anak yang istimewa dengan kelebihannya masing-masing. Perjuangan untuk tetap bangkit dari drama kehidupan. Sampai pada titik ini, Perbandingan diri dan kecemasan masih berkecamuk dalam pikiran. Hingga resign dari pekerjaan merupakan sebuah pilihan dan memutuskan untuk pulang ke rumah adalah jalan terbaik, dekat dengan orangtua. Kembali bersama mereka yang telah jauh dan lama aku tinggalkan selama pendidikan.
Tahun 2018....
Perjalanan masih berlanjut, memiliki cerita baru di tempat baru dan orang-orang baru. Semua itu lantas tak terlalu membuatku bahagia. Aku hanya bisa mengobati diri, menghilangkan rasa kesepian dari sendiri. Namun pengalaman baru datang silih berganti, belajar kembali untu mencintai diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Memulai semuanya dari nol! Pekerjaan, kegiatan, someone?Maybe No! Why? Semua itu pilihan.. Takdir? Alloh sudah mengatur segalanya. Pekerjaan memulai dari awal, meskipun dengan gaji yang hanya bisa digunakan untuk beli keperluan sendiri, tetapi sekiranya masih ada penghasilan sendiri. Aku memulai mengikhtiarkan segalanya, menyelipkan do'a di setiap Solat Wajib dan Sunnah agar Alloh segera memberikan pekerjaan yang lebih baik, kegiatan yang positif. Diakhir tahun, nyatanya do'a itu belum terkabul. Namun pada saat itu, berpikir positif, mengikhlaskan segalanya yang terbaik menurut-Nya adalah pilihan satu-satunya dan membuatku merasa tenang akan segala keputusan yang aku ambil.
Tahun 2019....
Cerita masih tetap sama, do'a tentang pekerjaan dan perkara jodoh. Alloh masih tetap mendengar segalanya. Aku pun tak menyerah begitu saja. Perbandingan diri dan kecemasan perlahan sudah mulai terkendali, dan akhirnya membuatku merasa tidak takut sendiri dalam sebuah ruangan. Aku tak ingat persisnya apa saja yang telah dilewati di tahun ini. Namun yang jelas, aku perlahan menemukan jati diriku yang sebenarnya. Paham akan diri sendiri tentang kelebihan dan kekurangan yang aku miliki. Di akhir tahun ini, Alloh menjawab segala do'aku. salah satunya Pekerjaan. Alloh memberikanku kesempatan untuk mendaftarkan diri atau istilahnya melamar pekerjaan pada sebuah instansi. Hasil akhirnya, aku diterima sebagai pegawai.
Tahun 2020...
Awal tahun yang dengan pekerjaan baik namun penuh tanggung jawab. Berterimakasih Pada-Nya atas segelanya nikmat yang telah diberikan-Nya. Bersyukur karena tahun ini, aku bisa memiliki tabungan pribadi. Salah satu yang selama ini dipanjatkan, Alloh mengabulkannya dalam jangka waktu 3 tahun. Rencana-Nya akan lebih indah pada waktunya. Pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, lebih menerima dan mengikhlaskan tentang apa yang telah menjadi ketetapannya.
Jadi, perkara takdir, pilihan dan waktu, semuanya itu telah di atur oleh-Nya. Dari 3 tahun terakhir dengan perjuangan panjang yang aku lalui bukanlah mudah ataupun sulit, karena setiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang hal itu. Dalam 3 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi aku seolah dalam waktu 3 tahun itu tidak mudah, tapi sangatlah mudah bagi-Nya untuk membulakbalikan semuanya. Perjuangan hidup seseorang tentu berbeda-beda dengan cerita sedih ataupun bahagia, dua hal itu akan saling berkaitan. Tetaplah menjadi pribadi yang kuat!