Sabtu, 20 Maret 2021

Rentang Waktu

 Tepatnya sudah 4 tahun berlalu,

Segalanya berlalu begitu saja, aku mengistirahatkan sebuah rasa dalam waktu yang cukup lama. Bahkan ketika aku sudah berhasil bangkit, aku hampir lupa untuk memulai suatu hubungan yang baru.

Jadi, kamu selama 4 tahun ini ngapain?

Ah iya, banyak yang aku lakukan selama rentang waktu itu. Bukan hanya tentang menemukan diriku yang baru, bertemu dengan orang-orang baru, pekerjaan yang beragam, dan tentunya lingkungan baru yang mengubahku menjadi sekarang. Namun teruntuk pasangan? Bukan belum terpikirkan, hanya saja aku belum terbiasa untuk memulai semuanya dari awal lagi.

Membuka cerita lama, setelah hubungan itu berakhir begitu saja. Aku mulai menepikan diri dari lingkungan, menyendiri lebih tepatnya. Merenungkan segalanya, sampai sempat menyelahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Itulah salah satu yang membuat aku sempat mengalami down yang cukup parah. Namun semuanya itu hanya cerita lalu yang bahkan ketika aku mengingatnya sekarang, semua itu hanya membuatku tersenyum dan ingin tertawa dengan diriku yang dulu.

Menemukan satu titik dimana aku harus benar-benar bangkit dan melewati segalanya dimulai dari “LOVE MY SELF”.  Mencintai diri sendiri bukan berarti egois terhadap orang lain, melainkan kita hanya harus focus pada diri kita pada saat-saat tertentu yang tidak menyebabkan diri kita terjatuh dalam pikiran yang merugikan kita yang pada akhirnya hanya menyalahkan diri sendiri. Mulai saat itu, aku mulai menerapkan itu dalam diriku, berawal untuk mencintai diri sendiri untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, ataupun kesalahan sekecil apapun itu bahkan untuk tidak lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Cukup sampai disana.

Ketika perlahan mulai bangkit, orang-orang datang berlalu lalang. Ada yang datang, singgah sementara lalu pergi begitu saja. Begitulah cerita singkatnya. Sampai aku mulai berpikir dalam rentang waktu itu, mungkin aku beristirahat terlalu lama. Namun terkadang aku lupa untuk memulai semuanya dari awal, mungkin karena sekarang aku sudah paham akan situasinya. Tidak ingin terlalu gegabah dalam mengambil segala keputusan untuk menerima yang datang, karena bisa saja itu hanya singgah sementara.

Dan kembali lagi, aku hampir lupa untuk memulai karena terlalu lama mengistirahatkan sebuah rasa, meskipun rasa itu selalu muncul hanya di awal saja setelah itu berlalu begitu saja tanpa ada kepastian dari rasa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Diriku dimasa Depan