Minggu, 03 Desember 2023

Tuliskan 3 hal, Apa yang ingin kamu capai di akhir tahun ini?

Bertemu Dia yang tepat, Bahagiakan Orang Tua, Rezeki dan Karier

            Bertemu dengan dia yang tepat dan di waktu yang tepat. Satu do’a yang selalu terpanjat di setiap malam tanpa henti. Namun sampai saat ini, semuanya masih menjadi rahasia-Nya. Terkadang ingin mengeluh, tapi rasanya kurang tepat jika harus terus mengeluh tanpa saya syukuri apa yang sedang saya jalani saat ini. Masih bisa bertemu orang-orang yang satu frekuensi, masih bisa bertemu teman di saat bilang hayu, masih bisa liburan sama temen, masih bisa nongkrong pas weekend sama teman-teman yang se-frekuensi, masih bisa ngajak hayu dan ngiyain hayu ketika temen WA “hayu kuy!”. Hal apa lagi yang tanpa kamu sadari dari hal-hal kecil itu telah membuatmu merasa nyaman dan tidak merasa sendiri. Mungkin Alloh punya rencana lain, setelah apa yang terjadi di tahun ini yang begitu semerawut. Bukan tanpa sebab bukan tanpa alasan, bahkan meskipun ini bukan hal yang saya pilih. Tapi pilih-Nya selalu menjadi yang terbaik. Bertemu dengan dia yang tepat, entah itu siapa dan dimana masih saja salah satu hal yang selalu terbersit dalam benak ini “Kapan?” Namun, entah siapapun kamu, dan dimana pun kamu “orang yang tepat yang akan Alloh pertemukan dengan saya entah di akhir tahun ini atau di awal tahun depan. Semoga kita sudah menjadi versi yang lebih baik dari sebelumnya, kita bisa setara dalam segala hal dengan menyatukan satu visi dan misi yang sama dalam pemikiran sebuah hubungan.

            Orangtua bahagia,  salah satu wish saya diakhir tahun ini. Namun entah saya akan berhasil atau tidak, tapi bertemu dengan orang yang tepat menjadi alasan yang utama untuk bisa membahagiakan orang tua saya. Sebetulnya sederhana, orang tua hanya ingin segera melihat anak peremuan bungsunya untuk segera menemukan tambatan hatinya dan segera menikah. Namun kadang orang tua hanya cukup untuk meminta segera, tanpa pernah tahu beban yang di tanggung oleh anak peremuannya ini. Memikirkan dengan matang perihal pernikahan bukan hal yang mudah, apalagi setelah melihat beberapa kasus ataupun pembelajaran tentang pernikahan yang dialami oleh rekan kerja, teman, ataupun berkaca dari pernikahan orang tua saya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, memang perbedaan pendapat dan pandangan sering kali membuat saya dengan ibu saya terutama berselih paham hingga kami jarang bertegur sapa. Saya memilih diam, karena tidak ingin ada kata-kata yang nantinya bisa menyakiti atau bahkan ada kata-kata yang tidak bisa diterima oleh ibu saya. Meskipun kata-kata yang dikeluarkan oleh ibu saya baik itu buruknya terhadap saya, saya memaklumi itu. Biarlah, mungkin itu bentuk protes karena saya tidak menuruti satu permintaan yang menurut saya berbanding terbalik dengan akal dan logika saya terutama yang bertentangan dengan agama. Namun di balik itu semua, saya hanya ingin orang tua saya bahagia, terlepas dari satu keinginan mereka untuk saya segera menikah.

            Perihal Rezeki dan Karier, diakhir tahun ini pencapaian karier masih dalam tahap yang sama. Menjalani apa yang harus dikerjakan, apa yang sudah menjadi pilihan. Perihal rezeki akan mengikuti alur dari apa yang telah saya upayakan. Saya pikir, saya merasa upaya belum maksimal tapi saya hanya bisa memohon do’a pada Alloh jika semuanya telah Engkau atur. Tak lepas dari do’a selalu saya panjatkan, begitu juga ada kebiasaan yang selalu saya lakukan sekarang yang saya rasa ini adalah perubahan ke arah lebih baik. Tak perlu membandingkan sebuah karier setiap orang ataupun dengan pencapaiannya, karena setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing. Percayalah, semuanya sudah Alloh atur. Saya hanya memohon do’a untuk selau dilancarkan dan dimudahkan dalam rezeki dan karier dan juga dalam segala hal nya.

Sabtu, 02 Desember 2023

Pelajaran apa yang kamu dapat selama tiga bulan terakhir?

~Ikhlas, Love Myself, People come and go~

Perihal ikhlas sebagai bentuk penerimaan yang paling utama dari segala yang hal yang tak sesuai dengan apa yang sudah direncakanan atau apa yang sudah diinginkan. Tidak semua orang bisa menerima ikhlas dengan tulus, meskipun berat diawal namun dengan memahami arti dari ikhlas sesungguhnya seperti apa, kamu akan paham tentang pilihan terbaik yang sudah Alloh atur. Ikhlas yang tak mudah untuk diawali, ikhlas yang masih menjadi perdebatan dalam pikiran dan perasaan. Namun di satu titik, saya mulai memberanikan berdamai dengan perasaan dan pikiran untuk menerima ikhlas secara perlahan. Menerima ikhlas dengan penuh pertimbangan, baik buruknya ketika memaksakan ataupun tidak memaksakan suatu hal yang diluar kehendak saya.

Tiga bulan terakhir yang penuh dengan rasa ikhlas terdalam, seperti kembali menyusuri fase-fase awal kembali, kembali menyusuri jalan yang sudah dilalui. Namun kini sudah tahu untuk jalan pulang, sudah tahu akan bagaimana rintangan di jalan yang pernah dilalui kembali. Mengulang fase yang sama, namun tidak seburuk seperti fase pertama. Merasakan kembali kecewa, namun sekarang tersadar untuk segera mengatasinya tanpa harus berlama-lama dalam zona itu. Cukup hanya meyakinkan diri, bahwa itu bukan yang terbaik. Selesai.

            Love Myself,  sebuah bentuk rasa sayang dengan diri sendiri yang tak seharusnya dilupakan oleh sesuatu hal yang membuat saya kecewa. Namun berawal dari rasa kecewa, saya menyadari akan memahami diri dan menyayangi diri sendiri. Memahami apa yang selama ini diri saya inginkan tentang hidup, memahami tentang diri saya perihal saya seperti apa orangnya, memahami perihal diri saya tentang hal yang membuat saya bahagia atau sedih. Semuanya berjalan dengan begitu saja, semakin hari saya menyadari bahwa saya merekam segala memori yang membuat saya dan meyakinkan saya untuk lebih memahami diri sendiri. Memahami diri sendiri yang berdampingan untuk menyayangi diri sendiri tanpa harus adanya perbandingan dengan orang lain. Membandingkan perihal segala hal yang berhubungan dengan oranglain tanpa menghargai diri sendiri. Saya menghentikan itu semua. Saat ini saya hanya kembali berdamai dengan diri sendiri, berteman dengan diri sendiri untuk memahami diri sendiri tanpa harus ada perbandingan dengan oranglain.

            People come and go, setiap orang punya masanya. Setiap masa punya waktunya. Setiap orang akan silih berganti yang hadir dalam kehidupan saya tanpa terkecuali. Ada yang dulunya deket, tapi seiring berjalannya waktu dan terpisahnya jarak membuat semuanya kembali menjadi asing. Ada yang dulunya deket tapi sekarang hanya sebagai penonton story media sosial. Seasing itu dan sejauh itu yang tadinya dekat. Tanpa saya sadari, saya telah menemui orang dengan karakter dan perjalanan seseorang yang berbeda-beda. Jadi, ketika ada orang yang datang tiba-tiba, pasti beriringan akan ada orang yang tiba-tiba pergi. But this’s life, you never know will happen later.

Jumat, 01 Desember 2023

Deskripsikan Dirimu dalam tiga bulan terakhir!

 Tiga bulan terakhir di tahun 2023, bagaimana rasanya?

Entahlah, segalanya tak bisa untuk diungkapkan. Hanya saja, cukup berdamai dengan diri sendiri.

Di bulan September yang seharusnya ceria, tapi justru awal dari semuanya memang harus ada ketegasan. Masih dengan orang yang sama, orang yang saya kenal di akhir tahun kemarin. Orang yang tiba-tiba datang dengan penuh hangat, dan menghilang begitu saja hingga akhirnya datang kembali dengan penuh teka-teki dan masih dengan sikap sama tanpa ada ketegasan. Di bulan ini, saya pikir akan ada perubahan tentang perkenalan ini. Ternyata justru saat itu membuat saya berpikir ulang dan semakin yakin bahwa ini tidak bisa dilanjutkan karena untuk rasa saling menghargai saja, saya pikir benar-benar nol. Ini tidak ada frekuensi yang sama. Namun ego dan perasaaan masih berperang untuk saling membenarkan satu sama lain.

Satu bulan September yang penuh kebimbangan dan kebingungan, yang membuat saya harus mundur, maju dan stuck di tengah jalan. Hingga pada akhirnya, tiba disuatu titik yang membuat saya sadar untuk lebih tegas dengan diri saya dan perasaan saya. Ketika saya rasa ini akhir yang tepat untuk saya pamit, dan dari akhir satu pesan yang saya kirimkan akhirnya tidak ada balasan. Dan itu sudah menjadi jawaban dari segala jawaban yang selau saya pertanyakan. Dari awal sampai akhir pun, dia tetap menjadi orang yang sama. Jadi benar kata orang, ketika seseorang datang ke hidup kita, bisa jadi dia memang ujian bagi kita berupa pembelajaran atau bisa jadi seseorang itu memang Alloh takdirkan untuk kita. Dan jawabanya, memang seseorang itu hadir hanya untuk memberikan pembelajaran hidup yang sangat berarti bagi saya.

 Di bulan Oktober, hari-hari yang masih dipenuhi dengan kebimbangan dan pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang masih belum bisa diterima oleh perasaan namun selau ditegaskan oleh logika. “Oh jadi ini udah selesai?” sebuah pertanyaan yang seolah seperti pernyataan untuk diri sendiri. Well, tapi saya bersyukur dengan berjalannya waktu. Alloh pertemukan saya dan Alloh hadirkan teman-teman yang selalu memberikan support yang luar biasa untuk saya keluar dari zona kebimbangan dan ketidaknyamanan perasaan saya. Saya selalu bertanya pada diri saya, “Kenapa?” Kenapa baru saja saya membuka perasaan saya untuk orang baru setelah sekian lama saya sedikit sulit untuk membuka perasaan untuk orang baru, baru kali ini saya bisa. Tapi justru itu pada orang yang salah. Terkadang pertanyaan itu masih muncul dibenak saya ketika dibulan Oktober.

Oktober dengan penuh canda dan tawa, sedih dan duka. Tak lupa perselisihan antara saya dan ibu saya, masih dengan hal yang sama mendebatkan perbedaan pendapat dan pandangan. Mengkhawatirkan saya yang sampai saat ini masih sendiri, tanpa pernah bertanya apakah saya selama ini merasa bahagia atau bagaimana keadaan mental saya saat ini? Terkadang orang tua memang tidak selalu dan akan mengerti dengan perasaan anaknya, bahkan mungkin seorang anak akan lebih nyaman bercerita dengan teman atau mungkin ke keluarga yang bukan keluarga inti. Itulah akhir cerita dibulan Oktober, dengan perselisihan yang sama, dan akhir yang sebenarnya diantara saya dan dia. “Tidak bisa dilanjutkan”. Namun yang membuat saya menyadari bahwa memang ini yang terbaik adalah saya menganggap bahwa saya baru saja bertemu dengan seseorang yang sepertinya belum bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang dia ucapkan, dan belum memiliki prinsip begitu pun komitmen dalam hidupnya. Dari situlah saya baru paham, ternyata saya membutuhkan seseorang yang bisa bertanggungjawab atas apa yang ia ucapkan, memiliki prinsip yang tegas dalam hidupnya dan bisa berkomitmen, terutama dengan dirinya sendiri.

            Di bulan November, memulai langkah demi langkah untuk kembali ke awal. Mengobati sedikit luka kecewa. Mulai berpikir untuk tidak terlalu lama untuk berada pada zona sedih dan kecewa, karena pada akhirnya hanya diri sendiri yang tau apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh diri kita. Menikmati hari demi hari, menikmati rasa sedih, bahagia dan penerimaan secara bersamaan. Mencari celah untuk tidak memikirkan hal-hal yang merugikan pikiran dan perasaan. Mengakhiri rasa kecewa dan rasa nyaman. Meskipun harus berakhir di akhir tahun yang kupikir akan berakhir indah, namun pada kenyatannya harus kembali pada titik awal yaitu penerimaan dengan ikhlas atas semua yang sudah terjadi dan terlewati.

November rain,  itulah yang terjadi dalam kehidupan saya. Meksipun nyatanya berat, tapi saya percaya bahwa saya bisa melewatinya tanpa akan terpikirkan lagi oleh hal-hal yang membuat saya kecewa dibulan-bulan sebelumnya. Pada akhirnya di satu titik menuju akhir November, saya mulai merasa bahwa dengan penerimaan rasa ikhlas itu tidak berat. Saya bisa dengan santainya menjalai kehidupan saya, melakukan apa yang ingin saya lakukan, membeli apa yang ingin saya beli dan lebih sering menghabiskan waktu sendiri di tempat makan dengan alasan untuk lebih bisa deeptalk sama diri sendiri. Diakhir November, saya hanya ingin mengucapkan pada diri saya “Terimakasih untuk selalu berjuang bersama, selalu belajar dan bertahan untuk tidak sama-sama egois dalam semua keadaan. Meskipun terkadang ego dan logika masih sering bertengkar, tapi diantara mereka selalu ada yang menginginkan terbaik bagi diri saya.” And the last, I must say thank you for you, sudah hadir di waktu yang singkat, meskipun bukan hadir di waktu yang tepat. Terimakasih sudah mau mengenal saya, melihat segala aktifitas saya dari media sosial tanpa sering bertanya tentang saya. Saya harap, kamu bisa melakukannya lebih baik ketika kamu bertemu dengan seseorang yang menurut kamu tepat. Mulailah belajar untuk membuka perasaanmu dan menerima tentang masa lalu yang tak mungkin untuk bisa kamu ulangi. Bahagiamu, kamu yang ciptakan. Terimakasih.

 

 

Untuk Diriku dimasa Depan