Minggu, 04 Mei 2025

Untuk Diriku dimasa Depan

Hai De,

Apa Kabar? Kamu hebat sudah berjalan begitu jauh saat ini.

Terakhir ku lihat dulu, kamu berada dalam keadaan yang cukup rumit. Bahkan orang-orang disekitarmu tidak ada yang tahu tentang perasaan dan keadaannmu. Namun nyatanya sekarang hal-hal yang mendorongmu ke dasar jurang kini telah berlalu begitu saja.

Kamu tahu de, Kamu itu hebat. Kamu tak pernah menyerah, kamu tetap menjalani semuanya dengan semua rasa baik itu rasa suka maupun duka. Berjalan di alas berduri, namun perlahan kamu menemukan taman bunga di depan sana. Meskipun tidak semua orang tahu akan perjuanganmu untuk sampai dititik kamu menyadari akan pentingnya memahami diri sendiri tanpa harus mengutamakan orang lain dalam hidup kamu.

Pada dasarnya, orang-orang memang tidak perlu tahu tentang bagaimana kamu berproses. Orang lain hanya akan dan ingin tahu ketika posisimu sedang sedih atau bahagia. Selebihnya mereka hanya  sekedar ingin tahu saja, meskipun itu bukan urusan hidup mereka.

De, bagaimana rasanya kamu bisa membahagiakan diri kamu sendiri saat ini?

Terlihat mudah bukan? Ketika kamu sudah memahami dirimu sendiri, cara apa atau bagaimana kita mencari kebahagiaan diri sendiri tanpa harus mengorbankan orang lain untuk menjadi kambing hitam karena kegagalan kebahagiaan kita. Cukup kamu ikuti alurnya, pasti kamu akan menemukan benang merah kehidupan. Tentang bagaimana kamu akan menghadapi kehidupanmu di masa depan.

Teruslah belajar, jangan lupa bersyukur atas apa yang telah kamu lewati sampai saat ini.


Minggu, 03 Desember 2023

Tuliskan 3 hal, Apa yang ingin kamu capai di akhir tahun ini?

Bertemu Dia yang tepat, Bahagiakan Orang Tua, Rezeki dan Karier

            Bertemu dengan dia yang tepat dan di waktu yang tepat. Satu do’a yang selalu terpanjat di setiap malam tanpa henti. Namun sampai saat ini, semuanya masih menjadi rahasia-Nya. Terkadang ingin mengeluh, tapi rasanya kurang tepat jika harus terus mengeluh tanpa saya syukuri apa yang sedang saya jalani saat ini. Masih bisa bertemu orang-orang yang satu frekuensi, masih bisa bertemu teman di saat bilang hayu, masih bisa liburan sama temen, masih bisa nongkrong pas weekend sama teman-teman yang se-frekuensi, masih bisa ngajak hayu dan ngiyain hayu ketika temen WA “hayu kuy!”. Hal apa lagi yang tanpa kamu sadari dari hal-hal kecil itu telah membuatmu merasa nyaman dan tidak merasa sendiri. Mungkin Alloh punya rencana lain, setelah apa yang terjadi di tahun ini yang begitu semerawut. Bukan tanpa sebab bukan tanpa alasan, bahkan meskipun ini bukan hal yang saya pilih. Tapi pilih-Nya selalu menjadi yang terbaik. Bertemu dengan dia yang tepat, entah itu siapa dan dimana masih saja salah satu hal yang selalu terbersit dalam benak ini “Kapan?” Namun, entah siapapun kamu, dan dimana pun kamu “orang yang tepat yang akan Alloh pertemukan dengan saya entah di akhir tahun ini atau di awal tahun depan. Semoga kita sudah menjadi versi yang lebih baik dari sebelumnya, kita bisa setara dalam segala hal dengan menyatukan satu visi dan misi yang sama dalam pemikiran sebuah hubungan.

            Orangtua bahagia,  salah satu wish saya diakhir tahun ini. Namun entah saya akan berhasil atau tidak, tapi bertemu dengan orang yang tepat menjadi alasan yang utama untuk bisa membahagiakan orang tua saya. Sebetulnya sederhana, orang tua hanya ingin segera melihat anak peremuan bungsunya untuk segera menemukan tambatan hatinya dan segera menikah. Namun kadang orang tua hanya cukup untuk meminta segera, tanpa pernah tahu beban yang di tanggung oleh anak peremuannya ini. Memikirkan dengan matang perihal pernikahan bukan hal yang mudah, apalagi setelah melihat beberapa kasus ataupun pembelajaran tentang pernikahan yang dialami oleh rekan kerja, teman, ataupun berkaca dari pernikahan orang tua saya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, memang perbedaan pendapat dan pandangan sering kali membuat saya dengan ibu saya terutama berselih paham hingga kami jarang bertegur sapa. Saya memilih diam, karena tidak ingin ada kata-kata yang nantinya bisa menyakiti atau bahkan ada kata-kata yang tidak bisa diterima oleh ibu saya. Meskipun kata-kata yang dikeluarkan oleh ibu saya baik itu buruknya terhadap saya, saya memaklumi itu. Biarlah, mungkin itu bentuk protes karena saya tidak menuruti satu permintaan yang menurut saya berbanding terbalik dengan akal dan logika saya terutama yang bertentangan dengan agama. Namun di balik itu semua, saya hanya ingin orang tua saya bahagia, terlepas dari satu keinginan mereka untuk saya segera menikah.

            Perihal Rezeki dan Karier, diakhir tahun ini pencapaian karier masih dalam tahap yang sama. Menjalani apa yang harus dikerjakan, apa yang sudah menjadi pilihan. Perihal rezeki akan mengikuti alur dari apa yang telah saya upayakan. Saya pikir, saya merasa upaya belum maksimal tapi saya hanya bisa memohon do’a pada Alloh jika semuanya telah Engkau atur. Tak lepas dari do’a selalu saya panjatkan, begitu juga ada kebiasaan yang selalu saya lakukan sekarang yang saya rasa ini adalah perubahan ke arah lebih baik. Tak perlu membandingkan sebuah karier setiap orang ataupun dengan pencapaiannya, karena setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing. Percayalah, semuanya sudah Alloh atur. Saya hanya memohon do’a untuk selau dilancarkan dan dimudahkan dalam rezeki dan karier dan juga dalam segala hal nya.

Sabtu, 02 Desember 2023

Pelajaran apa yang kamu dapat selama tiga bulan terakhir?

~Ikhlas, Love Myself, People come and go~

Perihal ikhlas sebagai bentuk penerimaan yang paling utama dari segala yang hal yang tak sesuai dengan apa yang sudah direncakanan atau apa yang sudah diinginkan. Tidak semua orang bisa menerima ikhlas dengan tulus, meskipun berat diawal namun dengan memahami arti dari ikhlas sesungguhnya seperti apa, kamu akan paham tentang pilihan terbaik yang sudah Alloh atur. Ikhlas yang tak mudah untuk diawali, ikhlas yang masih menjadi perdebatan dalam pikiran dan perasaan. Namun di satu titik, saya mulai memberanikan berdamai dengan perasaan dan pikiran untuk menerima ikhlas secara perlahan. Menerima ikhlas dengan penuh pertimbangan, baik buruknya ketika memaksakan ataupun tidak memaksakan suatu hal yang diluar kehendak saya.

Tiga bulan terakhir yang penuh dengan rasa ikhlas terdalam, seperti kembali menyusuri fase-fase awal kembali, kembali menyusuri jalan yang sudah dilalui. Namun kini sudah tahu untuk jalan pulang, sudah tahu akan bagaimana rintangan di jalan yang pernah dilalui kembali. Mengulang fase yang sama, namun tidak seburuk seperti fase pertama. Merasakan kembali kecewa, namun sekarang tersadar untuk segera mengatasinya tanpa harus berlama-lama dalam zona itu. Cukup hanya meyakinkan diri, bahwa itu bukan yang terbaik. Selesai.

            Love Myself,  sebuah bentuk rasa sayang dengan diri sendiri yang tak seharusnya dilupakan oleh sesuatu hal yang membuat saya kecewa. Namun berawal dari rasa kecewa, saya menyadari akan memahami diri dan menyayangi diri sendiri. Memahami apa yang selama ini diri saya inginkan tentang hidup, memahami tentang diri saya perihal saya seperti apa orangnya, memahami perihal diri saya tentang hal yang membuat saya bahagia atau sedih. Semuanya berjalan dengan begitu saja, semakin hari saya menyadari bahwa saya merekam segala memori yang membuat saya dan meyakinkan saya untuk lebih memahami diri sendiri. Memahami diri sendiri yang berdampingan untuk menyayangi diri sendiri tanpa harus adanya perbandingan dengan orang lain. Membandingkan perihal segala hal yang berhubungan dengan oranglain tanpa menghargai diri sendiri. Saya menghentikan itu semua. Saat ini saya hanya kembali berdamai dengan diri sendiri, berteman dengan diri sendiri untuk memahami diri sendiri tanpa harus ada perbandingan dengan oranglain.

            People come and go, setiap orang punya masanya. Setiap masa punya waktunya. Setiap orang akan silih berganti yang hadir dalam kehidupan saya tanpa terkecuali. Ada yang dulunya deket, tapi seiring berjalannya waktu dan terpisahnya jarak membuat semuanya kembali menjadi asing. Ada yang dulunya deket tapi sekarang hanya sebagai penonton story media sosial. Seasing itu dan sejauh itu yang tadinya dekat. Tanpa saya sadari, saya telah menemui orang dengan karakter dan perjalanan seseorang yang berbeda-beda. Jadi, ketika ada orang yang datang tiba-tiba, pasti beriringan akan ada orang yang tiba-tiba pergi. But this’s life, you never know will happen later.

Jumat, 01 Desember 2023

Deskripsikan Dirimu dalam tiga bulan terakhir!

 Tiga bulan terakhir di tahun 2023, bagaimana rasanya?

Entahlah, segalanya tak bisa untuk diungkapkan. Hanya saja, cukup berdamai dengan diri sendiri.

Di bulan September yang seharusnya ceria, tapi justru awal dari semuanya memang harus ada ketegasan. Masih dengan orang yang sama, orang yang saya kenal di akhir tahun kemarin. Orang yang tiba-tiba datang dengan penuh hangat, dan menghilang begitu saja hingga akhirnya datang kembali dengan penuh teka-teki dan masih dengan sikap sama tanpa ada ketegasan. Di bulan ini, saya pikir akan ada perubahan tentang perkenalan ini. Ternyata justru saat itu membuat saya berpikir ulang dan semakin yakin bahwa ini tidak bisa dilanjutkan karena untuk rasa saling menghargai saja, saya pikir benar-benar nol. Ini tidak ada frekuensi yang sama. Namun ego dan perasaaan masih berperang untuk saling membenarkan satu sama lain.

Satu bulan September yang penuh kebimbangan dan kebingungan, yang membuat saya harus mundur, maju dan stuck di tengah jalan. Hingga pada akhirnya, tiba disuatu titik yang membuat saya sadar untuk lebih tegas dengan diri saya dan perasaan saya. Ketika saya rasa ini akhir yang tepat untuk saya pamit, dan dari akhir satu pesan yang saya kirimkan akhirnya tidak ada balasan. Dan itu sudah menjadi jawaban dari segala jawaban yang selau saya pertanyakan. Dari awal sampai akhir pun, dia tetap menjadi orang yang sama. Jadi benar kata orang, ketika seseorang datang ke hidup kita, bisa jadi dia memang ujian bagi kita berupa pembelajaran atau bisa jadi seseorang itu memang Alloh takdirkan untuk kita. Dan jawabanya, memang seseorang itu hadir hanya untuk memberikan pembelajaran hidup yang sangat berarti bagi saya.

 Di bulan Oktober, hari-hari yang masih dipenuhi dengan kebimbangan dan pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang masih belum bisa diterima oleh perasaan namun selau ditegaskan oleh logika. “Oh jadi ini udah selesai?” sebuah pertanyaan yang seolah seperti pernyataan untuk diri sendiri. Well, tapi saya bersyukur dengan berjalannya waktu. Alloh pertemukan saya dan Alloh hadirkan teman-teman yang selalu memberikan support yang luar biasa untuk saya keluar dari zona kebimbangan dan ketidaknyamanan perasaan saya. Saya selalu bertanya pada diri saya, “Kenapa?” Kenapa baru saja saya membuka perasaan saya untuk orang baru setelah sekian lama saya sedikit sulit untuk membuka perasaan untuk orang baru, baru kali ini saya bisa. Tapi justru itu pada orang yang salah. Terkadang pertanyaan itu masih muncul dibenak saya ketika dibulan Oktober.

Oktober dengan penuh canda dan tawa, sedih dan duka. Tak lupa perselisihan antara saya dan ibu saya, masih dengan hal yang sama mendebatkan perbedaan pendapat dan pandangan. Mengkhawatirkan saya yang sampai saat ini masih sendiri, tanpa pernah bertanya apakah saya selama ini merasa bahagia atau bagaimana keadaan mental saya saat ini? Terkadang orang tua memang tidak selalu dan akan mengerti dengan perasaan anaknya, bahkan mungkin seorang anak akan lebih nyaman bercerita dengan teman atau mungkin ke keluarga yang bukan keluarga inti. Itulah akhir cerita dibulan Oktober, dengan perselisihan yang sama, dan akhir yang sebenarnya diantara saya dan dia. “Tidak bisa dilanjutkan”. Namun yang membuat saya menyadari bahwa memang ini yang terbaik adalah saya menganggap bahwa saya baru saja bertemu dengan seseorang yang sepertinya belum bisa mempertanggung jawabkan atas apa yang dia ucapkan, dan belum memiliki prinsip begitu pun komitmen dalam hidupnya. Dari situlah saya baru paham, ternyata saya membutuhkan seseorang yang bisa bertanggungjawab atas apa yang ia ucapkan, memiliki prinsip yang tegas dalam hidupnya dan bisa berkomitmen, terutama dengan dirinya sendiri.

            Di bulan November, memulai langkah demi langkah untuk kembali ke awal. Mengobati sedikit luka kecewa. Mulai berpikir untuk tidak terlalu lama untuk berada pada zona sedih dan kecewa, karena pada akhirnya hanya diri sendiri yang tau apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh diri kita. Menikmati hari demi hari, menikmati rasa sedih, bahagia dan penerimaan secara bersamaan. Mencari celah untuk tidak memikirkan hal-hal yang merugikan pikiran dan perasaan. Mengakhiri rasa kecewa dan rasa nyaman. Meskipun harus berakhir di akhir tahun yang kupikir akan berakhir indah, namun pada kenyatannya harus kembali pada titik awal yaitu penerimaan dengan ikhlas atas semua yang sudah terjadi dan terlewati.

November rain,  itulah yang terjadi dalam kehidupan saya. Meksipun nyatanya berat, tapi saya percaya bahwa saya bisa melewatinya tanpa akan terpikirkan lagi oleh hal-hal yang membuat saya kecewa dibulan-bulan sebelumnya. Pada akhirnya di satu titik menuju akhir November, saya mulai merasa bahwa dengan penerimaan rasa ikhlas itu tidak berat. Saya bisa dengan santainya menjalai kehidupan saya, melakukan apa yang ingin saya lakukan, membeli apa yang ingin saya beli dan lebih sering menghabiskan waktu sendiri di tempat makan dengan alasan untuk lebih bisa deeptalk sama diri sendiri. Diakhir November, saya hanya ingin mengucapkan pada diri saya “Terimakasih untuk selalu berjuang bersama, selalu belajar dan bertahan untuk tidak sama-sama egois dalam semua keadaan. Meskipun terkadang ego dan logika masih sering bertengkar, tapi diantara mereka selalu ada yang menginginkan terbaik bagi diri saya.” And the last, I must say thank you for you, sudah hadir di waktu yang singkat, meskipun bukan hadir di waktu yang tepat. Terimakasih sudah mau mengenal saya, melihat segala aktifitas saya dari media sosial tanpa sering bertanya tentang saya. Saya harap, kamu bisa melakukannya lebih baik ketika kamu bertemu dengan seseorang yang menurut kamu tepat. Mulailah belajar untuk membuka perasaanmu dan menerima tentang masa lalu yang tak mungkin untuk bisa kamu ulangi. Bahagiamu, kamu yang ciptakan. Terimakasih.

 

 

Senin, 02 Oktober 2023

Lima Kelebihan mu?

·         Self Management

Berdiskusi dengan diri sendiri tentang cara pola pikir selama ini menghadapi suatu permasalahan dalam hidup. Menyeimbangkan  pikiran, perasaan, tubuh dan hubungan dengan Tuhan. Ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja, mengendalikan pikiran adalah hal yang paling utama untuk tidak terlalu over thinking perihal apa yang akan terjadi nanti. Mengendalikan pikiran negatif dan menimbunnya dengan memikirkan hal-hal positif. Ketika perasaan sedang tidak sejalan dengan pemikiran, maka saya akan berdiskusi dengan diri sendiri. Bertanya apa yang diinginkan perasaan dan apa yang diinginkan dalam pikiran. Disanalah antara ego dan logika bertengkar. Meskipun terkadang, logika kalah oleh ego, tapi dilain waktu pun, ego akan kalah oleh logika ketika keduanya sama-sama untuk melingdungi diri saya. Disisi lain, bukan hanya pikiran dan perasaan yang harus seimbang. Tapi perbaiki hubungan kita dengan Tuhan, satu hal dari banyak hal yang dapat membuatmu lebih tenang dalam menjalani hidup.

·         Tegas

Ego berperan dalam hal ketegasan, kadang menjadi orang ga enakan itu hanya menyusahkan diri sendiri. Sekalinya berdiskusi dengan diri untuk bilang tidak, tapi ego selalu menghalangi kata tidak. Sehingga ketegasan dengan diri sendiri pun selau berujung kata ga enakan. Tapi dari kata ga enakan atau perihal tidak, saya sekarang lebih belajar tentang orang-orang yang hanya memanfaatkan kita, atau hanya sekedar penasaran dengan kita. Tegas bukan berarti tidak peduli, hanya saja tegas disini saya menganggapnya untuk melindungi sendiri dari semua hal negatif yang memepengaruhi kesehatan mental saya.

·         Komitmen

Seseorang yang tulus pasti bisa menjaga sebuah komitmen dalam hidupnya, entah itu komitmen dengan keluarga atau dengan seseorang yang dianggapnya berati. Tapi itulah kelemahannya, ketika seseorang yang tulus menjaga komitmen tapi lebih sering dikecewakan. Komitmen bukan hanya untuk hubungan dengan seseorang, tapi komitmen dengan diri sendiri bisa dijadikan contoh. Saya sering membuat komitmen dengan diri sendiri, misal ketika menabung, berinvest harus dilakukan diawal bulan setelah menerima gaji dan saya lakukan itu setiap awal bulan. Atau perihal pemakaian scincare untuk wajah, karena untuk mengahasilkan  sesuatu yang indah itu butuh waktu dan komitmen.

·         Fleksible

Mengganggap diri sendiri itu Introvert tapi ketika bertemu dengan teman yang satu frekuensi, si Introvert  itu hilang sejenak. Lingkungan baru hanya bisa menyesuaikan dan si Introvert kembali muncul. Fleksible maksud saya, saya itu orangnya ga mau dibawa ribet, ketika di lingkungan baru meskipun itu tidak baik-baik saja. Saya akan menyesuaikan, tidak terlau banyak berkeluh kesah. Cukup jalan dan nikmati.

·         Self Motivation

Ketika ego dan logika sedang berselisih paham untuk bisa memenangkan satu sama lain. Tapi sisi lain dari diri saya mencoba memberikan semangat untuk tetap melaju mengikuti alur tanpa harus terbawa arus. Semangat diri saya bukan hanya untuk saya tapi ketika orang-orang disekitar kita sedang tidak baik-baik saja, saya menempatkan diri saya sebagai pendengar dan memberikan motivasi  untuk tetap stay tanpa harus memikirkan hal-hal yang dapat merugikan pikiran. 

Minggu, 01 Oktober 2023

Kapan terakhir kali kamu merasa hidup yang benar-benar hidup?

Ketika menikmati dan mensyukuri segala hal yang telah Tuhan kasih untuk hidup saya. Menikmati dalam arti tanpa harus berpikir panjang dan memunculkan banyak pertanyaan. Hidup itu banyak pilihan, entah kamu akan memilih pilihan yang mana. Tuhan telah mengatur dan merencanakan segalanya tentang apa yang akan kamu pilih.

Sebuah pilihan dalam hidup itu tidak ada yang salah, bahkan ketika kamu merasa pilihan itu salah. Itu tidak akan menjadikan hidupmu terasa berat. Justru itu adalah perjalanan dalam hidup yang harus di nikmati dari segala hal positif dan negatifnya.

Hidup tidak selalu baik-baik saja, tapi hidup harus punya tujuan. Ibarat kamu sedang menyusuri jalan dengan banyak kelokan dan jalan lurus tapi di tengah jalan kamu akan berhenti sebentar untuk beristirahat.  Ketika kamu merasa perjalanan hidupmu begitu sulit, maka beristirahatlah. Tak perlu memaksakan jika memang lelah, setelah itu lanjutkan perjalananmu.

Hidup itu penuh dengan jalan cerita yang tak pernah kita bisa tebak untuk endingnya. Tiba-tiba sedih, tiba senang, tiba-tiba tertawa, tiba-tiba menangis. Perlu sebuah alasan mengapa semua rasa itu bisa hadir dalam satu waktu. Lebih tepatnya, memaknai hidup itu tidak perlu membuatmu rumit. Cukup jalani, ambil hikmah sisi positifnya dan jadikan pelajaran dari sisi negatifnya.

  

Sabtu, 10 Juni 2023

SAAT INI~

        Seperti epilog tanpa prolog. Kisah yang selau sama, tak pernah tahu kapan itu dimulai dan kapan itu berakhir. Semua itu bukanlah sebuah kebetulan yang harus terus disesali atau bahkan dipikirkan. Bahkan ketika kita harus dihadapkan pada sebuah pilihan entah itu kembali masa lalu atau ke masa depan. Pilihan itu tidak ada yang salah, hanya saja bagi saya saat ini adalah yang terbaik. “The most beautiful moment in life”, tanpa harus mengubah masa lalu dan tanpa harus terburu-buru untuk ke masa depan.

        Saya saat ini tidak akan hadir tanpa ada pembelajaran di masa lalu, begitupun dengan masa depan yang belum tentu pasti. Saat ini, saya hanya ingin menikmati setiap moment tanpa harus mencemaskan masa depan, karena bagaimanapun kita akan tetap melaluinya. Apapun pilihan kita sekarang, tanpa di sadari itu akan menjadi pilihan kita di masa depan. Pilihan adalah tetap pilihan, namun jangan pernah berpikir tentang penyesalan dari sebuah pilihan. Menikmati setiap proses perjalanan hidup yang penuh dengan cerita yang tak berujung dan tetap melanjutkan perjalanan. Tak apa, jika lelah istirahat sejenak, setelah itu mari melanjutkan perjalanan kembali. J


Rabu, 30 Juni 2021

Cerita Episode Kehidupan : "Jadi Apa Jawabanmu?"

 

Kapan Nikah?

Pertanyaan yang relative sering di dengar oleh mereka yang sudah berusia rata-rata diatas 24 tahun? Setuju?

Jika dari kalian merasa hal itu lumrah ditanyakan karena melihat perihal usia yang semakin berumur, jadi tidak masalah. Memang tidak masalah untuk di tanyakan, yang menjadi masalah hanya pertanyaan mereka melebihi dari topik utama.

“Jadi kapan? “sama orang mana?” kerjanya dimana?”

Memasuki awal usia 24 tahun, mendengar pertanyaan itu serasa sedang mengalami sidang skripsi kembali, tapi bedanya saat itu adalah skripsi kehidupan. Namun pada kenyataannya itu hanyalah sebuah pertanyaan yang wajar.

Menjalani kehidupan di usia 24 tahun, bagiku tidaklah mudah, kehidupan terberat yang telah dialami saat itu berusia 23 tahun. Mungkin itulah fase kehidupan yang selalu berbeda setiap orangnya. Ketika orang di usia 23 tahun sedang mempersiapkan pernikahan atau masih sedang bergelut dengan skripsi atau bahkan sedang sibuk-sibuknya mengasuh anak pertama. Hal itu berbeda denganku yang memasuk fase kehidupan yang membuatku harus merangkak dari nol lagi untuk menemukan diriku sendiri.

Ketika sebagian orang bertanya, “Kamu masih sendiri aja?” dan aku hanya bisa tersenyum, bukan tidak ingin memulai suatu hubungan, hanya saja saat itu bagiku adalah waktu sesungguhnya untuk mengenal dan memahami diri sendiri. Menepikan sebuah rasa dan mulai berteman dengan diri sendiri.

Terkadang aku berpikir, orang lain begitu mudah untuk berteman dengan diri sendiri sehingga begitu mudah mengatasi masalahnya sendiri. Ternyata pikiranku salah, tidak semua orang bisa memahami dirinya sendiri sekalipun mereka sudah berusia diatas 20 tahun, sudah menikah, sudah memiliki anak, atau bahkan sudah memiliki pekerjaan tetap. Setiap orang punya fase dimana mereka bisa memahami diri mereka melalui sebuah permasalahan. Namun permasalahan itu kapan datang dan tentang apa, tentunya akan jadi cerita yang tida bisa ditebak dan akan berbeda.

Jadi jangan hanya bertanya “Kapan Nikah?” tanpa kalian tau proses kehidupan seseorang itu untuk menjalani setiap fase kehidupan. Bagiku, proses pendewasaan sebelum menikah itu penting, karena apa? Mental yang paling utama. Selain itu, tentunya kalo sudah takdirnya kamu akan menikah, maka Tuhan akan mudahkan segelanya.

Lalu apa yang harus kamu lakukan saat ini?

Tetap menjalaninya dengan senyaman mungkin, dengarkan mereka bicara dan bertanya, jika itu hanya akan merugikanmu, maka biarkan suara-suara itu hanya lewat ditelingamu. Dengarkan apa kata hatimu, berteman dengan dirimu, maka kamu akan paham kenapa kamu bisa melalui proses yang menakjubkan dalam hidup yang belum tentu orang-orang di sekelilingmu bisa memiliki cerita yang sama tentang proses pendewasaanmu.

 

Sabtu, 20 Maret 2021

Rentang Waktu

 Tepatnya sudah 4 tahun berlalu,

Segalanya berlalu begitu saja, aku mengistirahatkan sebuah rasa dalam waktu yang cukup lama. Bahkan ketika aku sudah berhasil bangkit, aku hampir lupa untuk memulai suatu hubungan yang baru.

Jadi, kamu selama 4 tahun ini ngapain?

Ah iya, banyak yang aku lakukan selama rentang waktu itu. Bukan hanya tentang menemukan diriku yang baru, bertemu dengan orang-orang baru, pekerjaan yang beragam, dan tentunya lingkungan baru yang mengubahku menjadi sekarang. Namun teruntuk pasangan? Bukan belum terpikirkan, hanya saja aku belum terbiasa untuk memulai semuanya dari awal lagi.

Membuka cerita lama, setelah hubungan itu berakhir begitu saja. Aku mulai menepikan diri dari lingkungan, menyendiri lebih tepatnya. Merenungkan segalanya, sampai sempat menyelahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Itulah salah satu yang membuat aku sempat mengalami down yang cukup parah. Namun semuanya itu hanya cerita lalu yang bahkan ketika aku mengingatnya sekarang, semua itu hanya membuatku tersenyum dan ingin tertawa dengan diriku yang dulu.

Menemukan satu titik dimana aku harus benar-benar bangkit dan melewati segalanya dimulai dari “LOVE MY SELF”.  Mencintai diri sendiri bukan berarti egois terhadap orang lain, melainkan kita hanya harus focus pada diri kita pada saat-saat tertentu yang tidak menyebabkan diri kita terjatuh dalam pikiran yang merugikan kita yang pada akhirnya hanya menyalahkan diri sendiri. Mulai saat itu, aku mulai menerapkan itu dalam diriku, berawal untuk mencintai diri sendiri untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, ataupun kesalahan sekecil apapun itu bahkan untuk tidak lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Cukup sampai disana.

Ketika perlahan mulai bangkit, orang-orang datang berlalu lalang. Ada yang datang, singgah sementara lalu pergi begitu saja. Begitulah cerita singkatnya. Sampai aku mulai berpikir dalam rentang waktu itu, mungkin aku beristirahat terlalu lama. Namun terkadang aku lupa untuk memulai semuanya dari awal, mungkin karena sekarang aku sudah paham akan situasinya. Tidak ingin terlalu gegabah dalam mengambil segala keputusan untuk menerima yang datang, karena bisa saja itu hanya singgah sementara.

Dan kembali lagi, aku hampir lupa untuk memulai karena terlalu lama mengistirahatkan sebuah rasa, meskipun rasa itu selalu muncul hanya di awal saja setelah itu berlalu begitu saja tanpa ada kepastian dari rasa itu.

Kamis, 08 Oktober 2020

 BAGIAN DARI MASA LALU

Aku sekarang adalah aku di masa lalu.

Aku sekarang adalah bagian dari proses masa lalu

Proses dalam menemukan jati diri

Proses dalam menemukan prinsip hidup dalam diri

Dan proses memperbaiki diri.

          Membenci masa lalu?

Tidak! Tidak alasan untuk membenci masa lalu, karena aku sekarang terbentuk dari proses masa lalu. Sekalipun itu sulit, sekalipun itu pahit atau bahkan menyakitkan. Aku menghargai setiap waktu yang telah terlewati. Menghargai setiap proses yang membuat emosi selalu naik turun. Pernah dalam proses itu, aku selalu menyalahkan diri sendiri. Membuat prasangka tentang diri sendiri yang tidak memiliki kelebihan seperti orang lain dan hanya bisa membandingkan segala kelebihan orang lain dengan kekurangan diri sendiri. Sungguh bodoh saat itu! Tak pernah menyadari untuk lebih menghargai segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Perjalanan panjang, mengubah segala pemikiran, mengubah segala penilaian dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Aku yang dulu mudah putus asa, aku yang dulu selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, aku yang dulu terlalu fokus dengan pendapat buruk orang lain. Sekarang, aku lebih memberikan waktu pada diri sendiri untuk berpikir positif, memberikan dukungan untuk diri sendiri, kembali memikirkan hal-hal yang menurutku penting dan tidak penting, dan mengabaikan segala pembicaraan orang lain yang merugikan.

Aku selalu berbicara pada diriku, “Tak apa jika sedih itu datang” karena setelah melewati proses itu akan ada kebahagiaan menanti namun entah kapan itu. Aku hanya perlu memberikan pemikiran positif pada diri sendiri agar aku tidak merasa cemas, akan kesedihan yang menyelimuti. Namun katakanlah, bahwa “Jika saat ini aku sedang bahagia” karena aku telah melewati banyak proses dan aku menjadi pribadi yang lebih kuat lagi untuk menghadapi permasalahan di masa yang akan datang.

 

 

 

 

Untuk Diriku dimasa Depan