Cerita Dari Episode Kehidupan Part I
Hai masa lalu..
Apa kabar? Setelah sekian lama tak mendengar
kabarmu, beberapa kabar mengejutkan datang darimu secara beruntun. Selang setahun
berpisah, aku tak pernah ingin tahu kabarmu. Bukannya aku memutuskan
silatturahmi denganmu, tapi karena ini yang terbaik untuk kehidupan kita
masing-masing. Setahun berlalu, aku melihat postingan fb mu dengan seorang
perempuan. Aku tersadar saat itu, selama ini aku diam bukan tidak ingin mencari
tahu tentang sebuah alasan yang masih klise bagiku. Namun perlahan tanpa kamu
jelaskan alasan itu, jawaban terus bermunculan. Ya, seorang perempuan lainlah
jawaban yang mendasari segalanya. Namun itu hanya satu dari sekian dari
banyak alasan yang aku bisa simpulkan. Saat itu, aku merasa menyesal mengenalmu
tetapi seketika aku berpikir kembali dan aku ingin berterima kasih padamu
untuk semuanya karena sampai detik ini aku menjadi seseorang yang lebih bisa
mengerti dengan diriku sendiri. Selang beberapa bulan setelah aku tahu kamu
menemukan tambatan hati yang baru, aku hanya bisa tersenyum dalam hati meskipun
air mata ini masih bisa menetes sesaat.
Hai masa lalu..
Waktu rasanya cepat berlalu ketika aku
mulai menerima keadaan. Kabar demi kabar yang mengejutkan terus menghampiriku.
Ya, tak lama berselang, aku mendengar kabar bahagia darimu tentang
pertunanganmu. Kabar yang mengejutkan memang awalnya. Namun dari saat itu aku
mulai menyadari segalanya tentang kehidupan ini dan saat itulah aku mulai tak
ingin menangis lagi oleh alasan yang sama. Aku semakin bisa menerima segala
kemungkinan terburuk lainnya. Ya, aku menjadi kuat karena semua hal yang telah
aku lewati itu tidaklah mudah.
Hai masa lalu..
Kabar
bahagiamu sudah sampai ke telingaku, Kabar tentang pernikahanmu. Aku tak sempat
mengucapkan selamat padamu karena pada awalnya aku juga tak tahu tanggal
pernikahanmu. Aku tersenyum ketika melihat dari status sosial media milik
keluargamu, pelataran ijab kabul, kau bersanding dengan perempuan pilihanmu. Seketika
aku tersenyum dan aku sudah tidak menangis lagi untukmu. Sebuah pernikahan yang
dulu kau tawarkan padaku, kini kau telah wujudkan dengannya. Aku ikut bahagia.
Hai
masa lalu..
Terima
kasih untuk kehadiranmu saat itu. Tanpa kehadiranmun saat itu dan dengan meninggakanku saat itu pula, aku tak akan menjadi sesorang yang kuat seperti
sekarang. Terlebih aku sudah bisa menerima segalanya, memilih untuk tidak
memikirkan hal-hal yang merugikanku. Jatuh bangun yang ku hadapi saat itu adalah
proses pendewasaanku. Banyak hal yang telah aku lewati dari saat kamu memilih untuk
pergi hingga akhirnya kita menemukan jalan hidup masing-masing. Berbahagialah dengannya,
jangan pernah menyakitinya, karena dia sekarang adalah istrimu. Buat dia
bahagia dengan caramu..
Hai masa lalu..
Suatu
saat mungkin aku akan teringat kembali kenangan kita, tapi semua kenangan itu
akan aku simpan saja dan tak akan aku buka kembali. Aku pamit dan terimakasih untuk
masa laluku. J