Kapan Nikah?
Pertanyaan yang relative sering di dengar oleh mereka yang
sudah berusia rata-rata diatas 24 tahun? Setuju?
Jika dari kalian merasa hal itu lumrah ditanyakan karena
melihat perihal usia yang semakin berumur, jadi tidak masalah. Memang tidak
masalah untuk di tanyakan, yang menjadi masalah hanya pertanyaan mereka
melebihi dari topik utama.
“Jadi kapan? “sama orang mana?” kerjanya dimana?”
Memasuki awal usia 24 tahun, mendengar pertanyaan itu serasa
sedang mengalami sidang skripsi kembali, tapi bedanya saat itu adalah skripsi
kehidupan. Namun pada kenyataannya itu hanyalah sebuah pertanyaan yang wajar.
Menjalani kehidupan di usia 24 tahun, bagiku tidaklah mudah,
kehidupan terberat yang telah dialami saat itu berusia 23 tahun. Mungkin itulah
fase kehidupan yang selalu berbeda setiap orangnya. Ketika orang di usia 23
tahun sedang mempersiapkan pernikahan atau masih sedang bergelut dengan skripsi
atau bahkan sedang sibuk-sibuknya mengasuh anak pertama. Hal itu berbeda
denganku yang memasuk fase kehidupan yang membuatku harus merangkak dari nol
lagi untuk menemukan diriku sendiri.
Ketika sebagian orang bertanya, “Kamu masih sendiri aja?”
dan aku hanya bisa tersenyum, bukan tidak ingin memulai suatu hubungan, hanya
saja saat itu bagiku adalah waktu sesungguhnya untuk mengenal dan memahami diri sendiri. Menepikan sebuah rasa dan mulai berteman dengan diri sendiri.
Terkadang aku berpikir, orang lain begitu mudah untuk
berteman dengan diri sendiri sehingga begitu mudah mengatasi masalahnya
sendiri. Ternyata pikiranku salah, tidak semua orang bisa memahami dirinya
sendiri sekalipun mereka sudah berusia
diatas 20 tahun, sudah menikah, sudah
memiliki anak, atau bahkan sudah memiliki pekerjaan tetap. Setiap orang
punya fase dimana mereka bisa memahami diri mereka melalui sebuah permasalahan. Namun permasalahan itu kapan datang dan tentang apa, tentunya akan jadi cerita yang tida bisa ditebak dan akan berbeda.
Jadi jangan hanya bertanya “Kapan Nikah?” tanpa kalian tau proses kehidupan seseorang itu untuk menjalani setiap fase kehidupan. Bagiku,
proses pendewasaan sebelum menikah itu penting, karena apa? Mental yang paling
utama. Selain itu, tentunya kalo sudah takdirnya kamu akan menikah, maka Tuhan
akan mudahkan segelanya.
Lalu apa yang harus kamu lakukan saat ini?
Tetap menjalaninya dengan senyaman mungkin, dengarkan mereka
bicara dan bertanya, jika itu hanya akan merugikanmu, maka biarkan suara-suara
itu hanya lewat ditelingamu. Dengarkan apa kata hatimu, berteman dengan dirimu,
maka kamu akan paham kenapa kamu bisa melalui proses yang menakjubkan dalam
hidup yang belum tentu orang-orang di sekelilingmu bisa memiliki cerita yang
sama tentang proses pendewasaanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar