Sabtu, 02 Desember 2023

Pelajaran apa yang kamu dapat selama tiga bulan terakhir?

~Ikhlas, Love Myself, People come and go~

Perihal ikhlas sebagai bentuk penerimaan yang paling utama dari segala yang hal yang tak sesuai dengan apa yang sudah direncakanan atau apa yang sudah diinginkan. Tidak semua orang bisa menerima ikhlas dengan tulus, meskipun berat diawal namun dengan memahami arti dari ikhlas sesungguhnya seperti apa, kamu akan paham tentang pilihan terbaik yang sudah Alloh atur. Ikhlas yang tak mudah untuk diawali, ikhlas yang masih menjadi perdebatan dalam pikiran dan perasaan. Namun di satu titik, saya mulai memberanikan berdamai dengan perasaan dan pikiran untuk menerima ikhlas secara perlahan. Menerima ikhlas dengan penuh pertimbangan, baik buruknya ketika memaksakan ataupun tidak memaksakan suatu hal yang diluar kehendak saya.

Tiga bulan terakhir yang penuh dengan rasa ikhlas terdalam, seperti kembali menyusuri fase-fase awal kembali, kembali menyusuri jalan yang sudah dilalui. Namun kini sudah tahu untuk jalan pulang, sudah tahu akan bagaimana rintangan di jalan yang pernah dilalui kembali. Mengulang fase yang sama, namun tidak seburuk seperti fase pertama. Merasakan kembali kecewa, namun sekarang tersadar untuk segera mengatasinya tanpa harus berlama-lama dalam zona itu. Cukup hanya meyakinkan diri, bahwa itu bukan yang terbaik. Selesai.

            Love Myself,  sebuah bentuk rasa sayang dengan diri sendiri yang tak seharusnya dilupakan oleh sesuatu hal yang membuat saya kecewa. Namun berawal dari rasa kecewa, saya menyadari akan memahami diri dan menyayangi diri sendiri. Memahami apa yang selama ini diri saya inginkan tentang hidup, memahami tentang diri saya perihal saya seperti apa orangnya, memahami perihal diri saya tentang hal yang membuat saya bahagia atau sedih. Semuanya berjalan dengan begitu saja, semakin hari saya menyadari bahwa saya merekam segala memori yang membuat saya dan meyakinkan saya untuk lebih memahami diri sendiri. Memahami diri sendiri yang berdampingan untuk menyayangi diri sendiri tanpa harus adanya perbandingan dengan orang lain. Membandingkan perihal segala hal yang berhubungan dengan oranglain tanpa menghargai diri sendiri. Saya menghentikan itu semua. Saat ini saya hanya kembali berdamai dengan diri sendiri, berteman dengan diri sendiri untuk memahami diri sendiri tanpa harus ada perbandingan dengan oranglain.

            People come and go, setiap orang punya masanya. Setiap masa punya waktunya. Setiap orang akan silih berganti yang hadir dalam kehidupan saya tanpa terkecuali. Ada yang dulunya deket, tapi seiring berjalannya waktu dan terpisahnya jarak membuat semuanya kembali menjadi asing. Ada yang dulunya deket tapi sekarang hanya sebagai penonton story media sosial. Seasing itu dan sejauh itu yang tadinya dekat. Tanpa saya sadari, saya telah menemui orang dengan karakter dan perjalanan seseorang yang berbeda-beda. Jadi, ketika ada orang yang datang tiba-tiba, pasti beriringan akan ada orang yang tiba-tiba pergi. But this’s life, you never know will happen later.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Diriku dimasa Depan